JAMNAS Sekami 2018 (keluarga santo pius X)

kehidupan st.pius X


pengalaman yang banyaksaya dapatkan dalam jamnas sekami saya berperan sebagai angels
tugas saya juga sangat mengasikkan saya bisa meluangkan waktu saya untuk kalian semua
dan saya juga dibilang pemalas emang saya pemalas dan saya juga nakal
saya mengikuti kegiatan ini karna saya mau berbagi sukacita injil dan cerita apa itu borneo
dan maaf kalo saya kurang mengasikkan.
menghadapi kalian para misioner dan animator itu rintangan yang berat bagi saya
ada yang nakal ada yang suka melecar sana-sini dan suka berkeliaran.

saya juga banyak mendapatkan pengalaman baru dan bisa melihat hal-hal yang mengasikkan dan unik.
kami makan dengan cara misioner ya itu makan dengan suka cita
makan pagi,siang,dan malam itu adalah makan bersama yang sangat indah
kami sudah makan bersama sudah 5 kali dan masih ada 2 kali lagi kami makan bersama
hmmmmm sedih sekali adoh coba waktu bisa di putar kembali ya.


malam ini adalah malam terakhir kami bersama dan makan malam terakhir kami bersam

karena melihat mereka makan saja saya sudah kenyang,saya senang melihat mereka tertawa bersama dan berkumpul bersama.
kami juga bukan satu daerah tetapi kamk dari daerah berbeda dan keuskupan berbeda yaitu dari 37 keuskupan dan yang adir cuma 35 keuskupan.

benar kata orang-orang dimana ada kedatangan pasti ada kepergian dan dimana ada suka pasti ada duka .

kehidupan di jamnas sangat mengasikkan kami mandi bersama-sama yang putra sama yang putra dan yang putri sama yang putri kami mandi pun dengan cara misioner.

hal yang paling sedih ialah hari terakhir, karna kami akan pulang ke keuskupan kami masing-masing.

malam ini adalah malam terakhir kami bersama ya itu malam pentas seni terakhir dari keuskupan semua yang ada di jamnas ini.
banyak hal yang belum saya ketahui tentang adat mereka, kata nya sih adat mereka sangat mengasikkan dan unik-unik dan keren. ya gimana lagi dong pasti ada perpisahan. hmmmmm sedih nya saya meninggal kan mereka.



bulan itu terang ia menerangkan malam pensi terakhir dan juga malam terakhir kami saya bersama mereka ya itu keluarga Santo Pius X.
malam ini kami semua mengikuti renungan ya itu doa malam yang dinama kan ibadat lilin kasih.
yang dimana ibadat lilin kasih menggunakan lilin, kami mendengarkan renungan dan saya tidak tahan menahan sedih ini saya pun mengeluarkan air mata bukan saya cengeng tetapi sangat sedih untuk meninggal kan mereka semua karna apa saya nangis karna banyak hal yg menyedihkan bagi saya.
selesai renungan ato ibadat lilin kasih kami pun pulang ke tempat kami tidur.

keesokkan hari nya ya itu hari dimana saya tidak bisa menahan air mata saya dan saya tidak bisa melihat mereka saya selalu sok sibuk sendiri pada hari terakhir saya sebenar nya sedih.
dan akhir nya saya mengantarkan mereka kembali ke keuskupan mereka masing-masing itu sangat sedih makasih kalian sudah mau berbagi kasih dan suka cita.
makasih juga buat bluder yg menjadi pendamping rohani kami dan pastor juga.
makasih untuk CS ku ya itu stevani yg selalu sabar menghadapi ku.


trima kasih semua nya.

BERBAGI SUKACITA INJIL DALAM KEBINEKAAN










Komentar